Sabtu, 29 Maret 2014

....Kalimat Itu..........

Abi...berulang kali kalimat ini terulang kuucap...berulang kali kuketik...bahwa aku begitu bersyukur,,bangga dan bahagia menjadi anakmu.
( TRAGEDI K3R3N...)
yang jelas...bikin air mata meleleh...tak tahan untuk dibendung lagi...


Senin, 24 Maret 2014

Minggu, 23 Maret 2014

Mars PKS | Paduan Gereja Spiritus Santos | Ende

Kampanye GBK 16 Maret 2014 - Taujih Ust Hilmi Aminuddin

Orasi Anis Matta "Kobarkan Semangat Indonesia"

Gue Anak Nongkrong, Kalo Lo?

GKreatiP - Cup Song "Islam Cinta Keadilan" (+ daftar putar)

one day one juz Generasi Kreatif

Generasi Kreatip - Sudah Saatnya by @NormanRSS

Menyongsong Drama Kedua, Menuju Istana - KAMPANYE PKS PECAH! (FILM)

Gue Putusin Pilih PKS !

Iklan PKS yang mengharukan

Iklan PKS 2014 Sadar Politik

Iklan PKS : Dialog Batak & Jawa

Rabu, 19 Maret 2014

"Ummi Abi, Kami Kembali.."

Rabu, 19 Maret 2014


Gelora Bung Karno, Ahad (16/3/2014) menjadi saksi aku ikut berikrar kuat-kuat dalam hati, mengikuti bait-bait yang dilafalkan tujuh perwakilan anak kader di hadapan kami, di depan ratusan ribu manusia yang hadir saat itu. Aku tahu, aku saja yang tidak menjadi perwakilan begitu terharu ketika mendengarnya, apalagi ke tujuh perwakilan yang membaca dengan lantang.

Ada yang beda dari kampanye ketiga yang aku ikuti selama hidupku. Bila dua kampanye sebelumnya aku hadir dengan mengintil ummi-abi, kali ini aku berangkat bersama teman-teman di Garuda Keadilan, dan lebih pagi. Khawatir terlambat jika bareng ummi. Sebab ummi berangkat bersama ibu-ibu sekitar rumah, yang biasanya banyak yang harus diurusi terlebih dahulu dan tidak bisa datang sepagi yang aku mau. Kami harus tiba di pintu sektor XII sejak jam tujuh (malahan panitia, harus lebih pagi lagi).

Di tribun VIP, anak-anak kader berkumpul. Aku serasa dikumpulkan dengan teman-teman ‘senasib’. Yang sedari kecil sepertinya sudah terlalu akrab dengan atmosfer ini. Yang saat kecil dulu, menghadiri acara ini dengan ummi-abi di samping kami. Jejingkrakan saat dituntun, atau digendong di bahu abi. Menyaksikan acara yang selalu membuat kami melonjak girang dan men-charge ruhiyah. Ketika kecil, sepulang dari acara dakwah semacam ini, batinku rasanya selalu berjanji kepada Allah, tentang aku akan lebih mencintaiNya..

Sesi yang paling mengharukan tentu saja saat pembacaan ikrar di panggung. Saat itu, aku merasa termotivasi. Ah, bagaimana akan meluahnya airmata bahagia ummi bila aku yang menjejakkan kaki di panggung besar di hadapan ratusan ribu massa, sebagai anak ummi yang prestatif seperti mereka? Aku, anak yang ikut membantu ummi mengharumkan nama dakwah ini. Seharusnya aku begitu kan?

Tapi kemana aku selama ini? Malahan terkadang ‘sibuk’ membenci ummi yang tidak punya waktu, kadang malah merasa bosan dengan nilai-nilai dakwah yang sedari kecil ummi tanamkan, kadang merasa penasaran dengan hal-hal yang ummi-abi larang untuk lakukan..hiks, betapa memalukannya. Sedangkan mereka sedang berlari menuju Allah, aku malahan menggelayut-gelayut di kaki mereka memberatkan langkah?

Ahad itu di GBK, aku mendengarkan baik-baik taujih dari Ustadz Anis dan Ustadz Hilmi, yang menyentuh dasar hatiku dan membangkitkan semangatku.

Seketika maafku meluah teruntuk ummi-abi. Aku maafkan waktu ummi-abi yang tidak banyak untuk membersamai kami, aku maafkan ummi-abi yang sering membatalkan rencana di akhir pekan karena alasan “abi ada urusan..”.

Aku maafkan abi yang sering membatalkan janji menceritakan siroh Rasulullah sebelum tidur karena abi pulang terlalu larut, karena rapat, liqo/ta’lim, mengisi liqo.

Aku maafkan ummi-abi yang dulu jarang menjengukku di pesantren, aku maafkan. Aku maafkan rasa cinta ummi-abi kepada dakwah ini yang lebih besar daripada rasa cinta ummi-abi kepadaku, oh tidak..aku harusnya tahu bahwa rasa cinta ummi-abi tidak bisa ditubrukkan dengan rasa cinta padaku, karenanya aku maafkan…

Aku tahu, memang seperti itulah seharusnya. Ini yang kalian lakukan: Kalian sedang membangun cinta teruntuk Indonesia. Dan itu bukanlah sebuah tugas yang ringan. Kalian sedang mengusahakan kebersamaan kita semua di surga Allah nanti, dalam kebahagiaan yang kekal. Dan dunia ini, tempat kita semua berjuang memenangkan haq atas pertarungannya melawan kebathilan, dan karena itu kami seharusnya pandai mengurusi diri kami sendiri, sebab ummi-abi sedang mengurusi ummat, dan kami harus ringankan bebannya. Bahkan seharusnya aku ikut bersama derap langkah ummi-abi, satu barisan bersama kalian, mencintai ummat, memperjuangkan hak-nya.

Ummi, abi, kami kembali..

Kami kembali kepada dakwah yang kami terlahir atas namanya. Saksikanlah. Kami akan menjadi anak-anak yang terdepan dalam membela dakwah ini. Kami akan mendukung setiap gerak dakwah ummi-abi, kami akan berusaha ikut mewujudkan istana di surga teruntuk tempat tinggal kita nanti, yang disanalah aku akan bersama-sama ummi-abi, tanpa terkurangi oleh ini-itu dari waktu ummi-abi dalam membersamai.

Ummi, abi, jika kami tidak menjadi sebab kalian menapakkan kaki di surga, (sebab dengan perjuangan kalian sendiri dalam mencintai Allah, insya Allah kalian sudah terpantaskan untuk itu) kami berjanji : tidak akan menjadi sebab kalian tersentuh api neraka.

Aku berjanji tidak akan berfikir “jika ummi-abi bukan aktifis dakwah, sepertinya hidupku akan lebih mudah..”.

Aku berjanji tidak akan mudah sakit hati lagi saat orang-orang membanding-bandingkan dengan ummi-abi.

Aku tidak akan mudah sakit hati lagi, saat orang-orang selalu menuntut aku sesempurna ini-itu, karena embel-embel anak ummi-abi tersemat dibelakang kami.

Aku tidak akan mudah sakit hati lagi, saat sedikit saja kesalahanku dianggap terlalu fatal, hanya karena kami anak ummi-abi yang seorang aktifis dakwah.

Kami tidak akan mudah sakit hati lagi, atas tuntutan-tuntutan agar kami ‘se-malaikat’ ummi-abi.

Bukankah memang hal itu pula yang dihadapi dakwah ini? Sedikit saja kesalahan dakwah, orang akan memandang seolah ‘nila setitik merusak susu sebelanga’?

Bukankah memang begitu pula yang dialami dakwah ini? Orang-orang akan selalu menuntutnya menjadi barisan malaikat?

Bukankah begitu juga dakwah ini? Saat melakukan kebaikan, orang menganggapnya suatu kewajaran, tapi saat sedikit saja khilaf terjadi, orang berlomba-lomba mengumpat?

Bukankah begitu yang dialami dakwah ini?

Bukankah berarti apa yang kami rasai ini sama seperti apa yang terjadi pada dakwah hari ini?

Bukankah yang kami rasai ini berarti sesuai sunnatullah-Nya?

Jadi, aku berjanji aku akan menjadi lebih tangguh, seperti dakwah ini yang tetap tegak dan malahan semakin dahsyat, atas berbagai terjangan badai yang menghadang.

Maka kami akan belajar pula dari cara barisan dakwah ini menghadapi ‘hal sama yang seperti yang kami hadapi’. Setiap cerca dibalas prestasi, setiap kritik dibalas dengan terus memperbaiki diri, setiap kerja yang dipandang remeh manusia, tak perlu dituntut kemana-mana, sebab karena Allah semata..

Ummi, abi, kami kembali.. saksikanlah! Kami kembali, kepada dakwah yang kami terlahir atas namanya..

“Mom, I’m all grow up now.. it’s a brand new day..
Mom, I’m all grow up now..and it’s not too late..
I’d like put a smile on your face everyday..”
(Maher Zain-Number One For Me)


*by @ulfahulfh
-Someone part of Garuda Keadilan-
 http://www.pkspiyungan.org/2014/03/ummi-abi-kami-kembali.html?spref=fb

Anis Matta Style

Rabu, 19 Maret 2014


Saya memang bukan seorang pakar busana, apalagi perancang busana :) … Tetapi saya hanya ingin mencoba menterjemahkan gaya penampilan serta busana yang menjadi andalan Pak Anis Matta dalam setiap momen kemunculan beliau belakangan ini. Yuk bersama kita simak, semoga menginspirasi rekan sekalian yaa…

1. Tatanan rambut

Rambut rapi, belahan samping. Tampak terawat dan segar. Keharusan bagi setiap muslim untuk selalu berpenampilan bersih dan menarik. Sahabat Jabir bin Abdillah mengisahkan. Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam datang menemui kami. Tiba-tiba beliau menyaksikan seorang lelaki yang berbaju kusut dan rambutnya tidak rapi. Melihat pemandangan seperti ini, beliau bersabda, “Apakah lelaki itu tidak memiliki sesuatu yang dapat menjadikan rambutnya rapi?” Tidak berapa lama beliau melihat lelaki lain yang berbaju kotor. Melihat pemandangan yang kurang menyedapkan ini, Beliau bersabda, “Apakah lelaki itu tidak memiliki seuatu yang dapat ia gunakan untuk mencuci bajunya?” (HR. Abu Dawud dan lainnya).

2. Baju putih

Melambangkan seorang pelayan. Pelayan ummat yang siap memberi, mengayomi dan melayani serta melindungi. Putih sebagai warna yang murni dan tidak menggunakan campuran apapun memberi arti yang suci dan bersih. Kita bersama berupaya menuju kesucian diri dan hati menggapai ridho illahi. Dan juga makna filisofis lainnya yakni pakaian putih menyebabkan sang pemakai selalu berhati-hati dalam beraktifitas dikarenakan khawatir aktifitas yang buruk akan mengotori baju, makna wara’ (berhati-hati dalam melangkah).

3. Jam tangan

Imam Syahid Hasan Al Banna mengatakan bahwa waktu adalah kehidupan. Bahkan beliau tambahkan lagi bahwa kewajiban yang mesti kita tunaikan jauh lebih banyak dari waktu tersedia yang kita miliki. Maka setelah selesai mengerjakan satu pekerjaan, maka bersegeralah mengerjakan pekerjaan yang lain. Allahuakbar !

4. Baju lengan panjang

Sesuai dengan hadist dari Rasulullah SAW, sebaik-baik manusia adalah yang memberikan banyak manfaat bagi orang lain. Dengan ini setiap pribadi muslim harus bertebaran di muka bumi menyebarluaskan kebaikan. Lengan baju panjang membuktikan kita siap beraktifitas di luar ruangan, bergerak menebar kebaikan. Masih teringat kata-kata Pak Anis Matta kepada kita semua, “kantor antum bukan di DPW, melainkan di rumah-rumah warga”. Lengan baju digulung menandakan siap untuk bekerja. Berbicara tanpa berbicara.

5. Celana jeans

Celana jeans di masyarakat awam menggambarkan sosok pribadi yang berjiwa muda. Selain itu juga dahulunya celana jeans ini adalah celana khusus dikenakan oleh pekerja. Jadi simbol jeans diberikan kepada orang-orang yang bekerja, ya… para pekerja, bukan komentator apalagi si tukang berpangku tangan. Bekerja untuk Indonesia dengan semangat Indonesia… mantapks…

6. Sepatu

Sepatu pantofel agar tidak kehilangan kesan formal dan melambangkan keseriusan, ketegasan serta keteguhan dalam setiap langkah perjuangan.


*By : Dean
Samarinda, Kalimantan Timur
 http://www.pkspiyungan.org/2014/03/anis-matta-style.html

Surat Terbuka Putri Pilot Malaysia Airlines

19 Maret 2014

Malaysia Airlines (ilustrasi) - Foto: airliners.net
Malaysia Airlines (ilustrasi) – Foto: airliners.net
dakwatuna.com – Kuala Lumpur.  Hilangnya pesawat milik Malaysia Airlines berkode penerbangan MH370, Sabtu (8/3/2014), telah menjadi topik yang mengguncang dunia. Bagi anak-anak pilot di maskapai Malaysia Airlines, guncangan yang dirasakan tak kalah besarnya.
Sebuah surat ditulis oleh Dr Nur Nadia Abd Rahim, menggambarkan guncangan tersebut, dimuat New Straits Times pada Senin (17/3/2014).
Nur adalah putri Kapten Abd Rahim Harun, salah satu pilot maskapai Malaysia Airlines meski bukan pilot dari pesawat yang hilang itu.
Berikut ini adalah terjemahan bebas dari surat Nur tersebut.
Sopir Terbang
Catatan ini sudah terlambat dan seharusnya sudah kutulis lama sebelum ini, untuk memberitahu ayahku betapa bangganya aku pada dia.
Aku bangga dengan apa yang dia kerjakan, meskipun dia tak berada bersamaku selama setengah umur ku.
Aku sangat menyesal karena malu memberitahu teman-temanku bahwa ayah adalah pilot. Pilot yang baik.
Aku sangat menyesal sekarang karena dulu memberitahu teman-temanku bahwa ayah hanyalah sopir.
Aku tak ingin tampil sebagai anak yang istimewa.
Kami hidup biasa-biasa saja.
Aku adalah bagian dari keluarga besar Malaysia Airlines.
Aku sudah terbang bersama mereka sejak aku bayi.
Perjalanan pertama favoritku bersama ayah, pilot favoritku, adalah ke Kota Kinabalu.
Rupanya aku disebut anak yang nakal (tapi menggemaskan?).
Meski demikian aku mencintai bandara dan penerbangan.
Ayahku, seperti halnya kapten pilot pesawat yang hilang, telah bekerja untuk Malaysia Airlines sejak lulus sekolah.
Kami sudah berulang kali mendesaknya pindah ke maskapai lain, tetapi dia menolak karena ingin berada dekat dengan keluarga, sesering mungkin.
Kami seharusnya bisa menikmati fasilitas yang ditawarkan – pendidikan gratis di sekolah, sekolah internasional, semua biaya hidup ditanggung, dan sopir yang mengantar kami ke mana-mana, bila dia menerima tawaran pekerjaan dari maskapai lain.
Itu adalah fasilitas yang banyak dicari pilot MAS.
 
Menjadi seorang putri pilot, kamu harus terbiasa hanya ke mana-mana bersama ibu saja, mulai dari hari pertama sekolah, penyerahan penghargaan dalam upacara sekolah, ajang olahraga, ulang tahun, bahkan hari raya.
Insiden terburuk adalah ketika ayah tak ada ketika rumah kami dirampok oleh tiga orang penjahat bertopeng.
Lebih daripada itu, ibu yang hamil 7 bulan pun harus mengatasi segalanya sendirian tanpa ayah.
Dia menolak menelepon ayah dan membuat ayah khawatir, sampai ayah kembali ke Kuala Lumpur keesokan harinya.
 
Ibuku memahami beban yang harus ayah tanggung di pundaknya, fokusnya saat terbang adalah tanggung jawab atas ratusan nyawa dan bukan cuma keluarganya di rumah.
Aku ingat sedang tersedak air mata ketika dosen Bahasa Inggris kami di perguruan tinggi meminta kami satu per satu, “Apa yang paling Anda ingat tentang ayahmu?”
Aku berdiri dan menjawab, “Aku ingat bahwa ia tidak ada bersamaku dalam separuh umurku.”
(Tapi) dia jelas bukan seorang ayah yang buruk. Dia hanya bekerja keras untuk menghidupi keluarga kami.
Kami sudah terbiasa menerima keadaan itu, terutama ketika orang bertanya kepada kami, “Ayah mana?” Aku akan menjawab mereka, “Entah, (dia) di suatu tempat di seluruh dunia. Tidak yakin. Harus memeriksa daftar itu.”
 
Sepanjang hidupnya, kehadirannya ditentukan oleh selembar kertas yang dia bagikan kepada kami pada setiap awal bulan. Dia kadang-kadang akan kesal ketika aku bertanya kepadanya tentang lokasinya. Karena itu, aku harus memeriksa daftar terlebih dulu sebelum bertanya kepadanya.
 
Sebelum dia berangkat kerja, kami akan mengantar, melihat mobil penjemputnya datang dan membawanya pergi. Kadang-kadang pada dini hari, lain kali di tengah malam. Kami akan mengirimkan “salam” untuknya terlebih dahulu sebelum tidur.
Dan setiap kali dia pulang kerja, semua orang di rumah akan berdiri menyambut di depan pintu.
Aku tak menyadari betapa pentingnya ritual itu sampai terjadi insiden MH370.
 
Setiap kali ia berangkat kerja, ia bertanggung jawab untuk ratusan nyawa, bertanggung jawab menghubungkan keluarga untuk berkumpul lagi, bertanggung jawab membantu pengusaha membuat kesepakatan, bertanggung jawab mewujudkan impian berkelana para wisatawan.
 
Aku ingat sekali, seorang penumpang yang sangat tua dengan kursi roda menunggu Ayah untuk bertemu dengannya secara pribadi setelah penerbangan London – KL. Dia memberi Ayah jempol dan berkata, “Apakah kau Kapten? Kita mendarat sangat halus. Terima kasih!”
Diam-diam, aku tersenyum bangga mendengarnya.
Tetapi, jauh di lubuk hati, keluarga kami tahu setiap kali ia berangkat kerja selalu ada kemungkinan mendapatkan panggilan telepon yang menentukan itu, kemungkinan dia tidak pernah pulang ke rumah. Kami telah menerima itu sebagai bagian dari kehidupan kami, setiap hari.
 
Ia menjalani latihan keras untuk berada di posisinya sekarang.
Dia menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan untuk memastikan apakah dia fit untuk terbang.
Dia menghadapi ujian, seperti anak sekolahan.
Buku manual penerbangannya setebal buku medisku.
 
Dia “OCD” (teliti, seperti istilah orang-orang) seperti yang Anda inginkan ada pada setiap pilot sebelum penerbangan Anda, memastikan semuanya tepat.
Bahkan soal ketepatan waktu, bukan karena terlambat satu menit atau akan datang beberapa menit lebih awal ketika mengatakan akan sampai di suatu tempat dalam waktu tertentu. “Aku akan sampai di sana tujuh menit lagi. Bersiaplah….”
 
Surat ini adalah potongan kehidupan keluarga awak kabin.
Kru kabin banyak berkorban hanya supaya mereka bisa membantu dunia terhubung dari titik A ke titik B.
 
Mari kita dukung keluarga terkait penerbangan MH370 dengan dukungan dan doa.
Sebelum Anda menghakimi, mengacungkan jari tengah, atau menyebarkan teori dan spekulasi, ingat bahwa Anda tak hanya menyakiti keluarga awak kabin dari pesawat yang hilang itu, tetapi juga menyakiti perasaan kami sebagai keluarga besar MAS.
Di mana pun kau berada, MH370, kami berdoa kau kembali.
(kompas/sbb/dakwatuna)

Jurnalis: Cuma PKS yang Bisa Penuhi GBK

Minggu, 16 Maret 2014


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) benar-benar membuktikan janjinya untuk memutihkan stadion GBK Jakarta. Kampanye perdana hari ini, Minggu (16/3/2014), ratusan ribu kader dan simpatisan PKS memadati stadion terbesar di Indonesia ini.

Massa yang menyemut ini bahkan tak bisa tertampung di tribun stadion yang berkapasitas 120.000 kursi ini. Massa akhirnya tumpah ke lapangan (tanah merah), tapi tetap panitia melarang masaa masuk ke rumput hijau.

Kesuksesan PKS mengerahkan massa ini diapresiasi oleh Chief Editor ANTV, Uni Lubis. Lewat akun twitternya @unilubis berkomentar, "cuma mrk yg bisa penuhi GBK dg kader dan simpatisan".



Reporter @TvOne_News yang meliput juga tercengang dengan massa kampanye PKS yang memadati stadion kebanggan rakyat Indonesia ini. "Saya benar-benar saksikan semua tribun GBK terisi penuh massa PKS sebagaimana kampanye pemilu sebelumnya," ujarnya.

Bahkan menurut salah seorang peserta kampanye, massa PKS kali ini lebih banyak dibanding waktu pemilu 2009. "Ya Allah.. ingin nangis.. ini lebih dahsyat dari tahun 2009" ujar pemilik akun twitter @berurinberurin.

Sampai tulisan ini diposting, acara Kampanye Akbar PKS ini masih berlangsung.

Sang Presiden



Sang Sekjen, Taufik Ridho, yg juga vokalis Shoutul Harakah.. live performance \m/


Ini Bukan Kampanye, ini mah rekreasi.. enjoy it :)

Ini nenek-nenek penuh semangat, jangan-jangan kader pra tandzimi :)

Stadion penuh, tapi lautan massa terus berdatangan, bahkan yg di jalan masih terjebak macet



Sang Presiden tetap membakar semangat kader walau hujan mengguyur


ini nih penjaga rumput GBK h3h3h3



Enyak gw dateng jg nie dukung untuk #PKSm3nang (twit @imankemas46)

Sekali-kali narsis gak papa keles :)
Rombongan yg ini bawa sarapan buatan Mama, tetep ceria saat Kampanye Akbar PKS (twit @adhy_syaef)
Generasi Muda Gelombang ke-3

Anak Muda dan Mahasiswa turut serta di GBK tadi


Ini bukan lagi memutihkan, tapi menyemutkan... Masya Allah
Sementara itu... diluar stadion.. Pak Polisi santai memantau.. mereka tau massa PKS santun dan tertib, seperti biasanya :)....  Merinding dan terharu ngeliatnya...............http://www.pkspiyungan.org/2014/03/jurnalis-cuma-pks-yang-bisa-penuhi-gbk.html

75 Celoteh Anak: Menggugah dan Penuh Hikmah

75 Celoteh Anak: Menggugah dan Penuh Hikmah

Penulis : Kusmarwanti, et.al.;
Penerbit : Gema Insani Press
Subjek : HIKMAH ISLAM; ISLAM POPULER;
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2008
Fisik : xx + 120 hal.; 21 cm.
No Panggil : U 297.15 KUS t 2008

Syair Hati

Assalamualikum malam...
dingin...!!! angin mengelus kulitnya...,matanyapun masih belum terpejam,padahal malam sudah akan berakhir
kini ia hanya bisa terdiam entah apa yang harus dilakukannya... salahkah sikap yang selama ini telah dipilihnya,terpejam dalam rangkaian doa yang sempat putus..
sebuah harap yang kembali menampakan dirinya
menyusup dengan lembut menemani dirinya di pekatnya malam
menjadikan sepenggal kebahagiaan dan sungingan senyum dalam mimpinya...
entahlah haruskah kondisi seperti ini terulang kepada dirinya???
apa sebuah harap kebahagiaan ataukah ada langit dan bumi disana???
hanya dirinya yang mengerti setiap bait syair hatinya...
aku sendiri tak tau dan kurasa sikap yang dipilihnya benar...

Selasa, 18 Maret 2014

PANCAKE TABUR KEJU MESES

Bahan :

  • 250 gram tepung terigu
  • 2 butir telur
  • 2 sendok makan margarine, cairkan
  • 4 sendok makan gula pasir
  • 1 gelas susu cair
  • 1 gelas air
  • ½ sendok teh baking powder
Topping/ taburan :
  • coklat meses
  • keju cheddar
  • susu kental manis
CARA MEMBUAT PANCAKE TABUR KEJU MESES :
  1. Siapkan wadah untuk adonan lalu masukkan tepung terigu, gula pasir, susu cair, baking powder, telur dan margarin cair, aduk hingga rata. Tuang air kemudian aduk rata lagi hingga adonan agak encer dan lembut serta tidak ada gumpalan.
  2. Panaskan pan anti lengket di atas api kecil. Tuang dengan menggunakan sendok sayur ke dalam pan lalu diamkan hingga adonan berbentuk bulat. Angkat pancake setelah matang dan timbul gelembung-gelembung kecil pada permukaannya. Lakukan berulang hingga adonan habis.
Sumber: http://resepmasakankreatif.blogspot.com

Nasi Goreng Ikan Asin

Bahan:


  • 50 gr ikan jambal roti, potong 1/2 x 1/2 x 1/2 cm
  • minyak untuk menggoreng dan menumis
  • 4 btr telur, kocok lepas
  • 6 siung bawang putih, cincang kasar
  • 6 btg daun bawang cung, iris 1/2 cm
  • 4 sdm kecap asin
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt lada halus
  • 750 gr nasi
Cara membuat:
  • Panaskan minyak, goreng ikan asin hingga kuning, angkat, tiriskan, sisihkan.
  • Panaskan 2 sdm minyak goreng dalam wajan, tuang telur kocok, masak hingga telur setengah matang.
  • Panaskan 5 sdm minyak bekas menggoreng ikan asin, tumis bawang putih sampai harum. Masukkan daun bawang, aduk, tambahkan kecap ikan, garam, lada, aduk rata, masukkan nasi dan telur orak-arik, aduk rata.
  • Tambahkan ikan asin goreng, aduk kembali hingga rata. Angkat, sajikan.
Sumber: http://resepmemasak-ku.blogspot.com &wahyusiswaningrum.wordpress.com

Puding Tahu

Bahan - bahan :
- 250 gr tahu sutera
- 1 bungkus agar-agar bubuk tanpa warna (7gr)
- 600 ml susu kedelai tawar
- 60 gr gula pasir

Pelengkap :
- 1 kaleng cocktail

Cara membuat :
1. Hancurkan tahu sutera menggunakan garpu.
2. Masukkan susu kedelai, agar-agar bubuk, gula, dan tahu sutera ke dalam panci, aduk rata. Rebus menggunakan api sedang hingga mendidih sambil diaduk sesekali. Matikan api.
3. Tuang puding ke dalam cetakan, dinginkan.
4. Sajikan dengan buah cocktail sebagai topping.


Sumber:http://haney-moon.blogspot.com

Resep I Fu Mie Seafoo

Bagi penyuka makanan laut seperti udang ataupun cumi yang di kombinasikan dengan mie, maka I Fu Mie Seafood ini bisa menjadi pilihan menu yang menarik untuk di coba. Dan pada Resep Masakan dan Makanan berkarbohidrat kali ini, saya akan share Resep I Fu Mie Seafood untuk Anda.


Bahan I Fu Mie Seafood
200 gram mie telur
500 ml minyak sayur untuk menggoreng
2 sendok makan minyak untuk menumis
2 sendok makan minyak wijen
2 siung bawang putih dan cincang halus
75 gram bawang bombay dan cincang kasar
100 gram cumi segar, potong bentuk cincin
100 gram udang kupas
150 gram ikan kakap tanpa tulang dan potong dadu
100 gram wortel, kupas dan potong serong
100 ml kaldu
2 batang daun bawang dan iris tipis
3 buah kapri dan iris serong
1 sendok teh merica bubuk
1 sendok garam
1 sendok teh angciu
2 sendok makan tepung maizena
Cara Membuat I Fu Mie Seafood
Rendam mie dengan air panas hingga lunak dan tiriskan. Goreng dalam minyak panas hingga kering. Angkat dan sisihkan.
Panaskan minyak dan minyak wijen, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan cumi, udang, dan ikan kakap, lalu aduk hingga berubah warna.
Tambahkan wortel dan kaldu, masak hingga wortel layu. Masukkan daun bawang dan kapri. Beri merica, garam, dan angciu. Lalu kentalkan dengan larutan tepung maizena dan aduk hingga rata.
Tata mie diatas piring saji, siram dengan kuah seafood dan sajikan dalam keadaan hangat.

Sumber:www.lezat.com

kepiting lada hitam

Bahan dan bumbu-bumbu:

  • 2 ekor kepiting, bersihkan, pisahkan cangkang dari badannya, bagi dua vertikal badannya
  • 3 siung bawang putih, cincang kasar
  • 1/2 buah bawang bombay, cincng kasar
  • 3 cm jahe, cincang halus
  • 2 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok teh kecap inggris
  • 1/2 sendok makan kecap manis
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh gula pasir
  • 2 sendok teh merica hitam kasar
  • 100 ml air
  • 2 batang daun bawang, diiris miring
  • minyak untuk menggoreng

Cara membuat kepiting lada hitam:

  1. Memarkan capit-capit kepiting.
  2. Goreng kepiting sampai berubah warna.
  3. Angkat dan tiriskan.
  4. Panaskan 1 sendok makan minyak.
  5. Tumis bawang putih, bawang bombay, dan jahe sampai harum.
  6. Masukkan kepiting,Aduk rata.
  7. Tambahkan saus tiram, kecap inggris, kecap manis, garam, gula, dan merica. Aduk rata.
  8. Tuang air. Masak hingga meresap.
  9. Tambahkan daun bawang menjelang diangkat
Sumber: http://masakan-dunia.blogspot.com

PKS PIYUNGAN: Video Taujih Ustadz Hilmi Aminuddin di GBK

PKS PIYUNGAN: Video Taujih Ustadz Hilmi Aminuddin di GBK: Taujih Ustadz Hilmi Aminuddin Ketua Majlis Syuro PKS saat Kampanye Akbar PKS di GBK Senayan Jakarta, Ahad (16/3/2014). Ini Taujih yang ...

Gue Anak Nongkrong, Kalo Lo - PKS TV - AKTUAL dan TERPERCAYA

Gue Anak Nongkrong, Kalo Lo - PKS TV - AKTUAL dan TERPERCAYA
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.maratulmutiah.blogspot.com
HAiiiiiii