Minggu, 30 Desember 2012

PKS " Family Expo 2012 Kota Bontang

Hibaten, Bu Muthi, Muti
Abi... selamat ye... kepilih 6 besar lomba nulis surat cinta bwt umi..
Ini waktu kegiatan family expo yg diadain sm bipuan Bontang,, Alhamdulillah bisa nyambung silaturahim.. maklum.. jrg balik ke btg... Hehehe-__-... ketemu ama baten, mb puji... ahhh pokonya banyak...
keluarga pintar.... yaaaaaa PKS

Para Syuhada Sejati Gaza



 Teks asli dari adeq si memey alias maryam yang aku liat ketempel di pintu kulkas...

Minggu, 23 Desember 2012

Sepenggal Episode di LK

Waktu itu cma muncul satu kata untuk Ust. "M"... Subhanaullah.... Jika cinta ada di dunia politik maka ia akan menjelma menjadi pelayanan...

Jumat, 30 November 2012

UJIAN BEntar LAge...


Udah lama g ngepost, udah sekian kejadian yang mewarnai hari-hariku belakangan ini, yang jelas bikin aku bingun harus ngepost dari bagian mana,,emmm...oh ya tagl 3 desember aq bakalan ngadepin sesuatu yg pastinya gak bakalan bisa q lupain seumur hidup, yaitu ujian PPL, semoga aja semua berjalan sesuai dengan rencana.. Amiinn, ya Allah lancarkanlah lisan ini dan berikanlah ketenangan , udah bisa dibayangin bakalan berhadapan dengan dosen pemimbing, guru pamong n’ the last kepala sekolah... T_T...........TAPI AKU HARUS BISA!!!! Semangat Muti’ah....U can Do it!!!, untuk bisa sampai pada garis ujian, pastinya juga yang kudu dilewati adalah tantangan dalam menunggu dosen... ampe harus dateng kerumah beliau, udah gitu ada doginya yang bikin takut, kehujanan, dan akhirnya bisa ketemu sama desen kami yang tercinta.... Ya Rabbi.. gak kerasaan sekarang aku udah hampir ada di tahap akhir.Perasaan baru kemaren jadi maba,, eh sekarang udah tinggal ujian PL terus itu skripsi,

Minggu, 18 November 2012

PILIH BANG IQAL NO 2 untuk PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN BEM UNMUL

jgan lupa, mahasiswa UNMUL pilih no 2 okeeeeeeee!!!!!orang cerdas pilih no 2

Syukuran Di RUmah Bu Sum...

 Bareng sama temen2 PPL... subhanaullah rumahnya adem.. terus banyak peliharaan binatangnya...pokonya asik dah

Bimbingan Konseling Angkatan 2012 UNMUL

foto bareng waktu mereka telah menyelesaikan tugas mewawancarai anak berbakat di SMPN 9 Samarinda..,semangat ya ade2^_^,eh,, ad bu Ica sama Pak Roman.. mereka bukan mahasiswa BK... he...he... serasa masih muda gitu...>_<

sudah 21 tahun...tuaaaaa

sms dari abiq : ^_^ Bismillahirohmanirohim,Anaku,dihari ini sampailah engkau dititik LIME STONE, abi berucap " SELAMAT YA, SUKSES SELALU,DON'T FORGET PALESTIN"sambil berwasiat akan 10 hal: Mulailah dengan yang kanan,Rancanglah DNA sedini mungkin, terjunlah seperti rollercoaster,berdamailah dengan badai,duduklah sama rendah,gantilah gelar dan jabatan,masuklah kesurga paling dulu,biarkan kudeta terjadi,waspadai zam
an edan, matilah dengan tenang^_^ r i g h t??

Pesan yang ditujukan kepada anak pertamanya Mar'atul Mar'atul Muti'ah, yang saat ini merasa bahagia menjadi anaknya.

Dari Umi : Tia selamat milad ke 21.semoga apa yang dicita-citakan terkabul,tambah banyak ilmu yang bermanfaat..amiin

dan Semua SMS dari semuanya syukron atas doa2nya, semoga begitu juga dengan kalian... amin..Allah puji syukur tiada terkira hanya untuk-Mu atas semua kenikmanan yang sampai detik ini begitu berlimpah ruang, terima kasih kepada Umi, Abi,Amalia Mumtaza,Mu'nisah Assisi,Maryam Rosyidah, Muhammad luthfi yang begitu spesial... bwt semua temen deket Nurul Hidayah,Eriya Dewi,mba tera, Yuli Nurwida,TiKa GhazWhat Malaikat Kegelapan,dan masih banyak lagi... tak lupa Lingkaran penuh cinta yang tiap pekan selalu menyalurkan energi2 kebaikan...
kepada Semua Ikhwahfillah yang begitu luarbiasa sering membuatku Ingin seperti kalian...
terima kasih semua yang telah mewarnai kehidapan Mar'atul Muti'ah sehingga penuh dengan warna-warna yang Indah^_^

Bertahan dengan total... atau????

 KRUS


 yang ada cuma buayaT_T




Hari yang bahagia... bisa bertemu dengan seoarang ust, yg memalui beliaulah akhirnya nama Mar'atul Muti'ah yang saat ini ada pada diriku..., beliau sdh terihat tua, hampir semua rambutnya kini telah berwarna putih...setelah beberapa waktu berdiskusi bersama belau dengan teman2 ADK se-FKIP, aku arus mengambil sebuah keputusan,,, apakah aku akan tetap menjadi guru,, ataukah tidak, karena menjadi guru itu sebuah keputusan yang luar biasa tidak mudah, apalagi aku sekarnag sudah merasakan kehidupan dunia mengajar secara rill dlapangan... Oh Robbi..., berat banget... kalau memeang harus istiqomah di guru, artinya harus total banget disana...aaaaaaaaa... masih galau..........

Senin, 12 November 2012

PPL di SMPN 9 SAMARINDA

Aku dan PAra konco yg berlatih mengajar disana^_^

SMPN 9 SAMARINDA


Beberapa pengggal kata selama PPL di SMPN 9 SAMARINDA..... full color..^_^, ketemu suasana baru, temen baru, orang baru, daerah baru, perasaan baru, dan pastinya pengalaman baru....Alhamdulillah terima kasih Allah ^_^

Senin, 22 Oktober 2012


Catatan Harian Fatimah Az-Zahra

Bismillahirohmanirohim..........
Ia Bingung dengan dirinya sendiri,, seperti melihat sebah peta kosong tanpa sedikitpun tinta yang tertoreh didalamnya, mengapa Ia merasa tidak seperti Aktivis dakwah yg lainnya? Mengapa ia merasa begitu berbeda? Ia pernah Bertanyanya, Apa yang Bisa Aku Berikan Untuk dakwah ini?? ditengah rabunannya dengan segenap keabu-abuan potensi yang masih terpendam.Terkadang Ia merasa Tak Berarti dan Tak berdaya.Bukankah setiap insan yang Allah takdirkan telah hampir di dunia dan Indah Ini telah membawa segenap potensi dan bakatnya masing-masing? Ia juga terkadang merasa kebingungan jika ia harus mengisi sebuah form yg sampai pada potensi dan prestasi? Ia bingung apa yg Ia harus tulis. Kadang Ia juga Tak mengerti mengapa Ia tetap Bergerak untuk menjalankan perjalanan berduri, penuh dengan cobaan, namun ada kenaikamatan tiada terperi ketika sebuah tugas dakwah sedikit demi sedikit ia kerjakan ,,Ia pernah Bilang Bahwa dakwah itu adalah sebuah cinta, dan cinta akan meminta seganya darimu, itulah yang terpatri pada dirinya.. Semangatnya begitu membara,, Sebuah cinta kepada Robbnya sehingga menggugah jiwanya untuk turut serta bersama dengan sabahat yang lainnya bergerak menjalankan estafet dakwah Nabi.jika Nabi tercinta harus mengalami beratnya ujian dan cobaan, Maka kita  juga diminta untuk berkorman menerima Tabiat jalan ini, mengingat sebuah Lirik nasyid Yang melegenda, Mengalirkan Aliran-Aliran Energi yang dapat membangkitkan SemangatnYa... Bingkai Kehidupan.. lagu Itu seringkali membuatnya  merinding Ketika terdengar oleh kedua telingannya, Ia Percaya Akan Hal itu Seperti apa yang telah Allah firmankan dalam Surah Az-Zalzalah, Kini biarkan ia secara perlahan mengupgrade potensinya agar Ia dengan baik dapat mengenal bakat apa yang ia punya dengan dan Agar semangatnya dapat terus subur tumbuh seiring dengan itu semuanya.....
                                                                                               
                                                                                                              Bintang , 22 Okt ‘12

Sabtu, 20 Oktober 2012

Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah

Setelah pada bagian yang lalu membahas kondisi politik dan agama di jazirah Arab, kita masih menyisakan pembahasan tentang kondisi sosial, politik dan moral. Berikut ulasan singkatnya:

Kondisi Sosial

Terdapat beragam klasifikasi dalam tatanan masyarakat Arab dimana antar satu dengan lainnya, kondisinya berbeda-beda. Hubungan seorang laki-laki dengan keluarganya di lapisan kaum bangsawan mendapatkan kedudukan yang amat terpandang dan tinggi, kemerdekaan berkehendak dan pendapat yang mesti didengar mendapatkan porsi terbesar. Hubungan ini selalu dihormati dan dijaga sekalipun dengan pedang yang terhunus dan darah yang tertumpah.

Seorang laki-laki yang ingin dipuji karena kemurahan hati dan keberaniannya di mata orang Arab, maka hendaklah waktunya yang banyak hanya dipergunakan untuk berbicara dengan wanita. Jika seorang wanita menghendaki, dia dapat mengumpulkan suku-suku untuk kepentingan perdamaian, namun juga dapat menyulut api peperangan diantara mereka. Meskipun demikian, tak dapat disangkal lagi bahwa seorang laki-laki adalah kepala keluarga dan yang menentukan sikap didalamnya. Hubungan antara laki-laki dan wanita yang berlangsung melalui akad nikah dan diawasi oleh para walinya (wanita). Seorang wanita tidak memiliki hak untuk menggurui mereka.

Sementara kondisi kaum bangsawan demikian, kondisi yang dialami oleh lapisan masyarakat lainnya amat berbeda. Terdapat beragam gaya hidup yang bercampur baur antara kaum laki-laki dan wanita. Kami hanya bisa mengatakan bahwa semuanya adalah berupa pelacuran, gila-gilaan, pertumpahan darah dan perbuatan keji. Imam Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari 'Aisyah radhiallâhu 'anha bahwa pernikahan pada masa Jahiliyah terdiri dari empat macam:

Pertama, Pernikahan seperti pernikahan orang sekarang; yaitu seorang laki-laki mendatangi laki-laki yang lain dan melamar wanita yang dibawah perwaliannya atau anak perempuannya, kemudian dia menentukan maharnya dan menikahkannya.

Kedua, seorang laki-laki berkata kepada isterinya manakala ia sudah suci dari haidnya, "pergilah kepada si fulan dan bersenggamalah dengannya", kemudian setelah itu, isterinya ini ia tinggalkan dan tidak ia sentuh selamanya hingga tampak tanda kehamilannya dari laki-laki tersebut. Dan bila tampak tanda kehamilannya, bila si suaminya masih berselera kepadanya maka dia akan menggaulinya. Hal tersebut dilakukan hanyalah lantaran ingin mendapatkan anak yang pintar. Pernikahan semacam ini dinamakan dengan nikah al-Istibdha'.

Ketiga , sekelompok orang dalam jumlah yang kurang dari sepuluh berkumpul, kemudian mendatangi seorang wanita dan masing-masing menggaulinya. Jika wanita ini hamil dan melahirkan, kemudian setelah berlalu beberapa malam dari melahirkan, dia mengutus kepada mereka (sekelompok orang tadi), maka ketika itu tak seorang pun dari mereka yang dapat mengelak hingga semuanya berkumpul kembali dengannya, lalu si wanita ini berkata kepada mereka: "kalian telah mengetahui apa yang telah kalian lakukan dan aku sekarang telah melahirkan, dan dia ini adalah anakmu wahai si fulan!". Dia menyebutkan nama laki-laki yang dia senangi dari mereka, maka anaknya dinasabkan kepadanya.

Keempat , Banyak laki-laki mendatangi seorang wanita sedangkan si wanita ini tidak menolak sedikitpun siapa pun yang mendatanginya. Mereka ini adalah para pelacur; di pintu-pintu rumah mereka ditancapkan bendera yang menjadi simbol mereka dan siapa pun yang menghendaki mereka maka dia bisa masuk. Jika dia hamil dan melahirkan, laki-laki yang pernah mendatanginya tersebut berkumpul lalu mengundang ahli pelacak (al-Qaafah) kemudian si ahli ini menentukan nasab si anak tersebut kepada siapa yang mereka cocokkan ada kemiripannya dengan si anak lantas dipanggillah si anak tersebut sebagai anaknya. Dalam hal ini, si laki-laki yang ditunjuk ini tidak boleh menyangkal. Maka ketika Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau hapuskan semua pernikahan kaum Jahiliyah tersebut kecuali pernikahan yang ada saat ini.

Dalam tradisi mereka, antara laki-laki dan wanita harus selalu berkumpul bersama dan diadakan dibawah kilauan ketajaman mata pedang dan hulu-hulu tombak. Pemenang dalam perang antar suku berhak menyandera wanita-wanita suku yang kalah dan menghalalkannya. Anak-anak yang ibunya mendapatkan perlakuan semacam ini akan mendapatkan kehinaan semasa hidupnya.

Kaum Jahiliyah terkenal dengan kehidupan dengan banyak isteri (poligami) tanpa batasan tertentu. Mereka mengawini dua bersaudara, mereka juga mengawini isteri bapak-bapak mereka bila telah ditalak atau karena ditinggal mati oleh bapak mereka. Allah berfirman: "Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).(22)

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (Dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(23)". [Q.,s. 4/an-Nisa': 22-23].

Hak mentalak ada pada kaum laki-laki tetapi tidak memiliki batasan tertentu.

Perbuatan zina merata pada setiap lapisan masyarakat. Tidak dapat kita mengkhususkan hal itu kepada satu lapisan tanpa menyentuh lapisan yang lainnya. Ada sekelompok laki-laki dan wanita yang terkecuali dari hal tersebut. Mereka adalah orang-orang yang memiliki jiwa besar dan menolak keterjerumusan dalam lumpur kehinaan. Wanita-wanita merdeka kondisinya lebih bagus dari kondisi para budak wanita. Kondisi mereka (budah wanita) amat parah sekali.

Nampaknya, mayoritas kaum Jahiliyah tidak merasakan keterjerumusan dalam perbuatan keji semacam itu menjadi suatu aib bagi mereka. Imam Abu Daud meriwayatkan dari 'Amru bin Syu'aib dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata: seorang laki-laki berdiri sembari berkata: wahai Rasulullah! Sesungguhnya si fulan adalah anakku dari hasil perzinaanku dengan seorang budak wanita pada masa Jahiliyah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "tidak ada dakwaan dalam Islam (yang berkaitan dengan masa Jahiliyah). Urusan yang terkait dengan masa Jahiliyah telah lenyap. Seorang anak adalah dari hasil ranjang (dinasabkan kepada yang empunya ranjang, yaitu suami yang dengan nikah yang shah-penj), sedangkan kehinaan adalah hanya bagi wanita pezina".

Begitu juga dalam hal ini, terdapat kisah yang amat terkenal yang terjadi antara Sa'ad bin Abi Waqqash dan 'Abd bin Zam'ah dalam mempersoalkan nasab anak dari budak wanita Zam'ah, yaitu 'Abdur Rahman bin Zam'ah.

Sedangkan hubungan antara seorang bapak dengan anak-anaknya, amat berbeda-beda; diantara mereka ada yang menguraikan rangkaian bait:

Sungguh kehadiran anak-anak di tengah kami
Bagai buah hati, berjalan melenggang diatas bumi


Diantara mereka, ada yang mengubur hidup-hidup anak- anak wanita mereka karena takut malu dan enggan menafkahinya. Anak laki-laki dibunuh lantaran takut menjadi fakir dan melarat. Allah berfirman:

"…dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka..". (Q.,s.6/al-An'am:151).

Allah juga berfirman: "Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.(58)

Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (59)". (Q.,s. 16/an-Nahl: 58-59).

Allah berfirman lagi: "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah Yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar".(Q.,s. 17/al-Isra': 31).

Allah berfirman dalam ayat yang lain: "dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya". (Q.,s. 81/at-Takwir: 8).

Akan tetapi kita tidak bisa menganggap bahwa apa yang termaktub dalam ayat-ayat diatas telah mencerminkan moral yang berlaku umum di masyarakat. Di sisi lain, mereka justru sangat mengharapkan anak laki-laki untuk dapat membentengi diri mereka dari serangan musuh.

Sedangkan pergaulan antar seorang laki-laki dengan saudaranya, anak-anak paman dan kerabatnya sangat kental dan kuat. Mereka hidup dan mati demi fanatisme kesukuan. Semangat untuk bersatu begitu membudaya antar sesama suku yang menambah rasa fanatisme tersebut. Bahkan prinsip yang dipakai dalam sistem sosial adalah fanatisme rasial dan hubungan tali rahim. Mereka hidup dibawah semboyan yang bertutur: "Tolonglah saudaramu baik dia berbuat zhalim ataupun dizhalimi".

Mereka menerapkan semboyan ini sebagaimana adanya, tidak seperti arti yang telah diralat oleh Islam yaitu menolong orang yang berbuat zhalim maksudnya mencegahnya melakukan perbuatan itu. Meskipun begitu, perseteruan dan persaingan dalam memperebutkan martabat dan kepemimpinan seringkali mengakibatkan terjadinya perang antar suku yang masih memiliki hubungan se-bapak. Kita dapat melihat fenomena tersebut pada apa yang terjadi antara suku Aus dan Khazraj, 'Abs dan Dzubyan, Bakr dan Taghlib, dan lain-lain.

Di lain pihak, hubungan yang terjadi antar suku yang berbeda-beda benar-benar berantakan. Kekuatan yang ada mereka gunakan untuk berjibaku dalam peperangan. Hanya saja terkadang, rasa sungkan serta rasa takut mereka terhadap sebagian tradisi dan kebiasan bersama yang sudah ada dan berlaku antara ajaran agama dan khurafat sedikit mengurangi deras dan kerasnya genderang perseteruan tersebut. Dan dalam kondisi tertentu, loyalitas, persekutuan dan subordinasi yang terjalin menyebabkan antar suku yang berbeda berangkul dan bersatu. Dan satu-satunya yang merupakan rahmat dan penolong bagi mereka adalah adanya bulan-bulan yang diharamkan berperang (al-Asyhurul Hurum) sehingga mereka dapat menghirup kehidupan dan mencari rizki guna kebutuhan sehari-hari.

Singkat kata, bahwa kondisi sosial yang berlaku di masyarakat Jahiliyah benar-benar rapuh dan dalam kebutaan. Kebodohan mencapai puncaknya dan khurafat merajalela dimana-mana. Orang-Orang hidup layaknya binatang ternak. Wanita diperjual belikan bahkan terkadang diperlakukan bak benda mati. Hubungan antar umat sangat lemah, sementara setiap ada pemerintahan maka ujug-ujugnya hanyalah untuk mengisi gudang kekayaan mereka yang diambil dari rakyat atau menggiring mereka untuk berperang melawan musuh-musuh yang mengancam kekuasaan mereka.

Kondisi Ekonomi

Kondisi sosial diatas berimbas kepada kondisi ekonomi. Hal ini diperjelas dengan melihat cara dan gaya hidup bangsa Arab. Berniaga merupakan sarana terbesar mereka dalam menggapai kebutuhan hidup, namun begitu, roda perniagaan tidak akan stabil kecuali bila keamanan dan perdamaian membarenginya. Akan tetapi kedua situasi tersebut lenyap dari Jazirah Arab kecuali pada "al-Asyhurul Hurum" saja. Dalam bulan-bulan inilah pasar-pasar Arab terkenal seperti 'Ukazh, Dzil Majaz, Majinnah dan lainya beroperasi.

Sedangkan dalam kegiatan industri mereka termasuk bangsa yang amat jauh jangkauannya dari hal itu. Sebagian besar hasil perindustrian yang ada di kalangan bangsa Arab hanyalah berupa tenunan, samak kulit binatang dan lainnya. Kegiatan ini ada pada masyarakat Yaman, Hirah, dan pinggiran kota Syam. Benar, di kawasan domestik Jazirah ada sedikit industri bercocok tanam, membajak sawah, dan beternak kambing, sapi serta onta. Kaum wanita rata-rata menekuni seni memintal. Namun barang-barang tersebut sewaktu-waktu dapat menjadi sasaran peperangan. Kemiskinan, kelaparan serta kehidupan papa menyelimuti masyarakat.

Kondisi Moral

Kita tidak dapat memungkiri bahwa masyarakat Jahiliyah identik dengan kehidupan nista, pelacuran dan hal-hal lain yang tidak dapat diterima oleh akal sehat dan ditolak oleh perasaan. Namun begitu, mereka juga mempunyai akhlak mulia dan terpuji yang amat menawan siapa saja dan membuatnya terkesima dan takjub. Diantara akhlak tersebut adalah:

Kemurahan hati

Mereka berlomba-lomba dalam sifat ini dan membangga-banggakannya. Setengah dari bait-bait Sya'ir mereka penuh dengan ungkapan tentang sifat ini antara pujian kepada diri sendiri dan kepada orang lain yang memiliki sifat yang sama. Seseorang terkadang kedatangan tamu di musim dingin yang membeku, kelaparan yang menggelayut serta dalam kondisi tidak memiliki harta apa-apa selain onta betina yang merupakan satu-satunya sumber hidupnya dan keluarganya, akan tetapi getaran kemurahan hati yang menggema di dada membuat mereka tidak ragu-ragu untuk mempersembahkan suguhan istimewa buat tamunya, lantas disembelihlah onta satu-satunya tersebut. Diantara pengaruh sifat murah hati tersebut; mereka sampai-sampai rela menanggung denda yang berlipat dan beban-beban berat demi upaya mencegah pertumpahan darah dan lenyapnya jiwa. Mereka berbangga dengan hal itu dan memuji-muji diri dihadapan para tokoh dan pemuka.

Pengaruh lain dari sifat tersebut, mereka memuji-muji diri karena minum khamar/arak. Hal ini sebenarnya bukanlah lantaran bangga dengan esensi minum-minum itu, tetapi lantaran hal itu merupakan sarana menuju tertanamnya sifat murah hati tersebut, dan juga sarana yang memudahkan tumbuhnya jiwa yang boros. Dan lantaran itu pula, mereka menamakan pohon anggur dengan al-Karom (murah hati) sedangkan arak yang terbuat dari anggur itu mereka namakan bintul Karom. Jika anda membuka kembali Diwan (Buku-buku/lembaran-lembaran yang mengoleksi) sya'ir-sya'ir Jahiliyah, anda akan menemukan satu bab yang bertema : al-Madih wal fakhr (puji-pujian dan kebanggaan diri) . Dalam hal ini, 'Antarah bin Syaddad al-'Absy mengurai bait-bait syairnya dalam Mu'allaqah-nya (Mu'allaqah artinya yang digantungkan maksudnya bahwa kumpulan sya'ir-sya'ir tujuh Penyair 'Arab terkenal pada masa itu yang dinamakan dengan al-Mu'allaqat as-Sab', termasuk diantaranya 'Antarah ini, digantungkan secara bersama di dinding ka'bah sehingga semua orang yang melakukan thawaf dapat mengetahui sekaligus membacanya-penj):

"Sungguh aku telah menenggak arak di tempat mulia sesudah wanita-wanita penghibur ditelantarkan dengan cangkir dari kaca kuning diatas nampan nan terangkai bunga dalam genggaman tangan dingin Saat aku menenggak, sungguh aku habiskan seluruh Hartaku,namun begitu, kehormatanku masih sadarkan Kala aku tersadarkan, takkan lengah menyongsong panggilan Sebagaimana hal itu melekat pada sifat dan tabi'atku"

Pengaruh lainnya dari sifat al-Karom adalah mereka menyibukkan diri dalam bermain judi dimana mereka menganggap hal itu sebagai sarana menuju sifat tersebut karena dari keuntungan yang diraih dalam berjudi tersebut, mereka persembahkan buat memberi makan fakir miskin. Atau bisa juga diambil dari sisa keuntungan yang diraih masing-masing pemenang. Oleh karena itu, anda lihat Al-Qur'an tidak mengingkari manfa'at dari khamar dan judi (maysir) itu, akan tetapi menyatakan : "..Dan dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". (Q,.s. 2/al-Baqarah: 219).

Menepati Janji

Janji dalam tradisi mereka adalah laksana agama yang harus dipegang teguh meskipun untuk mendapatkannya mereka menganggap enteng membunuhi anak-anak mereka dan menghancurkan tempat tinggal mereka sendiri. Untuk mengetahui hal itu, cukup dengan membaca kisah Hani' bin Mas'ud asy-Syaibany, as-Samaual bin 'Adiya dan Hajib bin Zurarah at-Tamimy.

Kebanggan pada diri sendiri dan sifat pantang menerima pelecehan dan kezhaliman

Implikasi dari sifat ini, tumbuhnya pada diri mereka keberanian yang amat berlebihan, cemburu buta dan cepatnya emosi meluap. Mereka adalah orang-orang yang tidak akan pernah mau mendengar ucapan yang mereka cium berbau penghinaan dan pelecehan. Dan apabila hal itu terjadi, maka mereka tak segan-segan menghunus pedang dan mengacungkan tombak, dan mengobarkan peperangan yang panjang. Mereka juga tidak peduli bila nyawa mereka menjadi taruhannya demi mempertahankan sifat tersebut.

Tekad yang pantang surut

Bila mereka sudah bertekad untuk melakukan sesuatu yang mereka anggap suatu kemuliaan dan kebanggaan maka tak ada satupun yang dapat menyurutkan tekad mereka tersebut, bahkan mereka akan nekad menerjang bahaya demi hal itu.

Lemah lembut, tenang dan waspada

Mereka menyanjung sifat-sifat semacam ini, hanya saja keberadaannya seakan terhalangi oleh amat berlebihannya sifat pemberani dan ketergesaan mereka dalam mengambil sikap untuk berperang.

Gaya hidup lugu dan polos ala Badui yang belum terkontaminasi oleh kotoran peradaban dan tipu dayanya Implikasi dari gaya hidup semacam ini, timbulnya sifat jujur, amanah serta anti menipu dan mengibul. Kita melihat bahwa tertanamnya akhlak yang amat berharga ini, disamping letak geografis jazirah Arab di mata dunia adalah sebagai sebab utama terpilihnya mereka untuk mengemban risalah yang bersifat umum dan memimpin umat manusia dan masyarakat dunia. Sebab akhlak ini meskipun sebagiannya dapat membawa kepada kejahatan dan menimbulkan peristiwa yang tragis, namun sebenarnya ia adalah akhlak yang amat berharga, dan akan menciptakan keuntungan bagi umat manusia secara umum setelah adanya sedikit koreksi dan perbaikan atasnya. Dan hal inilah yang dilakukan oleh Islam ketika datang.

Nampaknya, akhlak yang paling berharga dan amat bermanfaat menurut mereka setelah sifat menepati janji adalah sifat kebanggaan pada diri dan tekad pantang surut. Hal demikian, karena tidak mungkin dapat mengikis kejahatan dan kerusakan yang ada serta menciptakan sistem yang penuh dengan keadilan dan kebaikan kecuali dengan kekuatan yang memiliki daya gempur dan tekad yang membaja.

Selain sifat-sifat diatas, mereka juga memiliki sifat-sifat mulia lainnya namun bukanlah maksud kami menghadirkannya disini untuk melacaknya secara tuntas.


alsofwa.or.id
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.maratulmutiah.blogspot.com
HAiiiiiii