Tampilkan postingan dengan label Write About.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Write About.... Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Desember 2015

Baper setelah nonton sambutan anak - anak kanada untuk pengungsi Suriah

Cinta, satu kata dengan berjuta makna kebaikan dikandungnya,,apa jadinya jika seluruh penghuni di bumi ini diliputi rasa saling menencintai,, indah nian rasanya..

Semoga cinta dan tulus nan suci itu jualah yg menggerakkan hati Perdana Mentri Kanada Justin Trudeau, untuk membantu para pengungsi dari Suriah. Terharu rasanya saat melihat cuplikan video di you tube sambutan anak- anak kanada yang menyanyikan lagu tholaal badrunalaina untuk pada pengungsi suriah yang tiba di kanada. Smg kalian mendapati hidup yang lebih baik lagi..
Untuk pak perdana Mentri Justin Trudeau, Good job Sir
smg Suatu hari nanti Allah berkenan untuk menjadikan dirimu saudara seaqidah kami...aamiin

Ini Waktunya Engkau untuk Kembali

Hei, kamu yang ada di seberang sana, sekarang saatnya kamu kembali, perjalananmu nampaknya sudah cukup jauh, kemarilah biar ku bantu dirimu
Beginilah hidup, engkau harus kuat.
Bukankan berawal dari engkau seharusnya segala sesuatu itu..
Kembalilah...Kembalilah...
Engkau tahu,,, bahwa...kau terlahir untuk menciptakan sejarah.
Mari kita kembali bersama, aku dan engkau,,aku yakin jika kita bersama kita lebih kuat. Mungkin sekarang kau bingung, lelah, dan takut..,,tenangkanlah dirimu, Allah tak pernah tidur, Ia selalu ada didekatmu, lebih dekat dari apapun.
Kembalikan semua keyakinanmu,
Mendekatlah, akan kucari "api semangat" dan kukobarkan ia padamu..
Jadikan hari ini hari yang baru bagimu..
Tersenyumlah...
Tataplah dunia dengan berjuta asa
Dunia kan takluk padamu, bukanlah untuk itu ia diciptakan...
You can do it...
Semangat... aku kini disampingmu...

Jumat, 11 Desember 2015

Aku dan latihan menulis

Belakangan, semenjak namaku masuk dalam jadwal menulis opini dari KP KAMMI KALTIM, aku tergerak mencoba kembali mengajak lebih sering jari jemariku menari-nari sesuka hati di atas keyboard smartphoneku. Menyentuh huruf demi huruf agar terangkai sebuah kata, susah pada mulanya, karena sebenarnya aku tidak terbiasa menulis dengan bahasa yang formal dan baku, meskipun saat SMA aku pernah bergabung di FLP (Forum Lingkar Pena ) Bontang. Tapi aku akan terus mencoba dan berlatih. Menemukan kata yang tepat agar kemudian tersusun sebuah tulisan yang bermanfaat.
Menulis,.. mendengar kata itu rasanya seperti sebuah tantangan yang tiada akhir, karena berpatokan bahwa tulisan  yang kita tulis untuk di ikutsertakan dalam sebuah perlombaan menulis,ataukah, sebuah tulisan yang harus mendapat sanjungan, seharunya untuk memulai..kita butuh lepas, bebas dan mengalir saja, tak perlu risau dengan penilaian orang lain..biar saja kita bersama waktu dan tulisan - tulisan kita menjadi bagian dari proses belajar menulis, asalkan yang perlu di catat, bahwa tulisan yang kita buat haruslah bisa kita pertanggungjawaban. Aku jadi ingat saat aku masih kecil, ada sebuah mainan yang sering aku mainkan. Mainan itu terbuat dari kayu berbagai bentuk dan ukuran. Aku menyebutnya dengan "balok-balokan" jika aku ingin membuat sebuah istana, aku akan memilih balok - balok yang cocok untuk di susun dan di pandang sehingga terbangunlah sebuah istana, begitu juga saat aku ingin membangun rumah,kandang, dsbt. Menulis kurasa juga hampir sama seperti aktivitas bermain balok - balokan, tulisan seperti apa yang ingin di buat, apa tujuan tulisan itu dibuat, apa kata-kata yang cocok untuk dirangkai agar ia terlihat seperti "bangunan" yang kita inginkan. Tak perlu bingung apa yang akan menjadi bahan tulisanmu, kamu hanya perlu membuka telinga, mata dan hatimu lebih lebar,luas , dan dalam. Dan bahan tulisanmu seketika muncul dengan sendirinya. Dan yang tidak kalah penting adalah, bangun persepsi dalam dirimu bahwa kamu juga memiliki bakat menulis, kamu bisa menulis dan menulis itu mudah. Lebih baik menjadi seorang yang tak punya bakat menulis, tapi tekun mengasah kemampuannya, dibandingkan seorang penulis handal berbakat yang tak tekun.
Semangat berlatih!!!
Mari kita berkondribusi untuk perubahan yang lebih baik melalui kata-kata

#selfremender
#menyemangatidirisendiri
#mariberlatih
#janganputusasa
#kamupastibisa
#semangat


Cara Menulis Opini dan Menembus Koran

Cara Menulis Opini dan Menembus Koran

Banyak penulis ingin melihat tulisan opini mereka terbit di media masa tertentu. Hanya saja tidak semua opini yang mereka kirimkan diterima. Saking seringnya ditolak, banyak penulis (penulis pemula khususnya) putus asa lalu memutuskan untuk tidak mengirimkan tulisan mereka lagi. Lalu muncullah anggapan bahwa menulis opini itu susah. Benarkan demikian? Lalu bagaimana cara menulis opini dengan baik sehingga bisa menembus koran?
Beropini Itu Mudah
Sebenarnya menulis opini itu tidak susah. Anda bisa menyelesaikannya dengan mudah dan sangat cepat. Tidak percaya! Teruslah membaca.
Kita yang bernama manusia adalah makhluk pembicara. Kita sangat suka bicara dan tentu juga sudah sangat sering beropini, bahkan hampir tiap hari. Coba perhatikan kebiasaan kita sehari-hari. Ketika nonton berita, kita sering berkomentar terhadap perilaku orang yang ada di dalam berita itu. Misalnya kita sering geram dengan ulah pemimpin yang tidak adil, kita spontan mengkritiknya, “Gimana sih si (pejabat) ini, marah-marah melulu. Padahal banyak cara yang bisa diselesaikan dengan tidak marah-marah.”
Kita juga biasa sebel dengan siaran televisi kita yang banyak menayangkan program tak bermutu, lalu kita mengkritisinya, “Siaran nggak mutu, dangdutan, cinta-cintaan, ngakak-ngakak,  bikin rusak generasi.”
Atau kita juga sering kesal sama teman kita yang curang dalam bisnis, lalu kita tulis isi hati kita di Facebook , “Teman jangan makan teman, yang dimakan itu nasi biar perut kenyang.”
Kita sering sekali memberi reaksi atau kritisi atau sikap diri terhadap setiap apa yang kita lihat, dengar dan rasa. Sebab kita manusia memang begitu, senang sekali mengritik. Nah, sebenarnya “hobi” mengritik kita itu adalah modal awal untuk menulis opini. Tinggal ditindak lebih serius dalam bentuk tulisan.
Saatnya Menulis
Daripada kritikan hanya kita teriakkan di dalam hati saja atau untuk sekedar melampiaskan emosi atau kita obrolkan untuk teman dekat saja, itu kurang dahysat dampaknya. Agar kita bisa berbagi lebih banyak manfaat kepada banyak orang, tulis dan kirimkan ke koran.
Ketika tulisan kita akan kita jadikan konsumsi umum, maka kita harus menyiapkannya dengan baik. Dan ada tiga point penting dalam menulis opini, dengan memahaminya dengan baik  kita bisa menulis opini dengan mudah.
1. Sudut Pandang. Sudut pandang dalam opini biasanya bicara tentang nilai-nilai yang kita jadikan pegangan untuk membahas sesuatu dan atau pisau bedah yang kita pakai untuk menganalisa sesuatu.
Lain orang lain pula sudut pandangnya. Kita memiliki sudut pandang yang berbeda-beda tergantung posisi dan kondisi kita; keyakinan dan ilmu kita; pengalaman dan pergaulan kita. Perhatikan gambar rombongan pengendara onta di bawah ini, dilihat dari depan gagah sekali, tapi bila dilihat dari belakang-bawah, (maaf) menjijikkan. Itulah sudut pandang, lain sudut pandang lain pula penilaian.
unta3Orang yang pro Obama akan menganggap obama sebagai pahlawan karena telah memerangi teroris. Tapi sebaliknya orang yang benci sama Obama akan menganggap Obamalah teroris dan penjahat perang karena telah banyak nyawa yang melayang karena invasinya di banyak negara.
obamaOrang yang anti kenaikan BBM akan menuduh penguasa yang zalim karena dengan kenaikan BBM semua harga naik dan mereka semakin tercekik. Tapi bagi mereka yang pro kenaikan BBM akan membuat seribu bujukan untuk membela keputusan  yang mereka anggap sebagai keputusan yang logis di tengah melemahnya keuangan negara.
Tiap kita punya sudut pandang yang unik, dan itu adalah alat kita membangun sebuah opini. Gunakan keunikan kita agar opini kita juga unik, khas.
Lalu bagaimana cara kita menggunakan sudut pandang kita dalam menulis opini? Jawabnya: gunakan kemampuan (ilmu, pengalaman, keyakinan) yang anda miliki.
Misalnya anda adalah anak SMA (yang ilmunya masih belum setinggi bintang di langit). Dan anda ingin protes tentang kenaikan BBM. Maka, sebelum menulis opini, hal pertama yang perlu anda lakukan adalah mendudukkan diri anda semestinya, secara wajar: seorang pelajar (bukan sebagai seorang ahli).
Sebagai seorang pelajar, cukup ambil sudut pandang diri dan lingkungan anda sendiri, jadilah diri anda sendiri: sebagai siswa yang kena dampak negatif kenaikan BBM, misalnya. Setelah mendudukkan sudut pandang anda, tahap berikutnya adalah menentukan ruang lingkup pembahasan.
2. Ruang Lingkup yang Sempit. Opini adalah tulisan pendek siap saji, ia seperti cerpen, pembaca sangat suka membacanya karena mereka bisa melumatnya sekali duduk. Jadi buatlah skup yang sempit dan jelas agar pembaca bisa mengambil benang merahnya.  Bahkan kita bisa membahasnya berdasarkan pengalaman yang kita rasakan sendiri.
Bila anda adalah anak SMA tadi, maka anda bisa membahas opini anda dalam lingkup yang anda kuasai, misalnya anda batasi bahasan anda hanya pada lingkup sekolah anda saja. Ya, semakin sempit linkupnya semakin baik. Kemudian kemukakan argumen anda dan dukung ia dengan fakta.
3. Argumen yang Kokoh. Untuk mendukung argumen kita, ada baiknya kita gunakan data dan fakta yang memadai. Argumen yang kuat harus mengakar pada sumber yang kuat. Sumber argumen itu bisa berasal dari fakta atau dari teori atau hukum.
Masih permisalan anda sebagai anak SMA di atas, ketika hendak memperkuat argumen “kenaikan BBM menyengsarakan rakyat”,  anda bisa mengangkat (sedikit) fakta berupa perbandingan kondisi uang jajan teman sekolah anda ketika sebelum kenaikan BBM dan setelah kenaikan BBM.
Atau misalnya anda bisa angkat bukti kondisi jumlah transaksi di kantin sekolah anda sebelum dan setelah kenaikan BBM, misalnya. Mungkin ada di antar pemilik kantin itu yang gulung tikar. Anda angkat itu sebagai pendukung argumen anda untuk menolak kenaikan harga BBM.
Ya, ini adalah opini yang unik!
Dalam menembus opini koran, terkadang pihak koran tidak hanya menuntut kekuatan argumen tapi juga keunikan bahasan. Pembahasan seperti di atas tentu menarik. Sebab anak SMA jarang berani mengirimkan opininya ke koran, dan anda juga membahasnya dengan unik, tentang kondisi perekonomian yang seret di sekolah anda karena kenaikan BBM. Dengan keunikan dan logisnya bahasan, mudah-mudahan opini anda bisa diterima nalar pembaca, terutama pihak koran, sehingga opini anda diterbitkan.
Yap, demikian tiga poin penting dalam menulis opini. Berikutnya, kegiatan kita adalah menyusun opini kita dalam bentuk struktur tulisan yang runut dan logis.
Struktur Opini
Biasanya opini itu terdiri dari pembukaan, isi dan penutup. Menulis opini lebih mirip dengan Menulis Artikel, terutama artikel argumentasi. Silakan baca disini tentang cara menulis artikel secara umum (termasuk artikel argumentasi).
Menembus Koran
Keunikan bukanlah satu-satunya bahan pertimbangan pihak koran menerima opini kita. Ada banyak pertimbangan, tiga hal yang paling penting adalah: (1) up to date alias kekinian, (2) kecepatan kita mengirimnya ke pihak koran dan (3) kerapian tulisan.
Opini yang kita tulis harus membahas keadaan terbaru, khususnya kejadian yang paling hangat (kalau bisa yang paling heboh). Sebab itulah inti koran, membahas kejadian setiap harinya. Dan ini harus kita barengi dengan kecepatan kita mengirimkan opini kita ke koran, sebab kalau telat nanti sudah diserobot sama yang lain yang lebih dulu. Dari itu, kecepatan juga dibutuhkan selain kebaruan dan keunikan.
Dan sebelum kita kirim, kita harus merapikan dulu tulisan kita, perlu ada sedikit pekerjaan edit-mengedit kata yang salah ketik. Sebab pihak penyeleksi sangat malas mengedit, sebab ada ratusan opini baru yang masuk ke mereka tiap harinya. Bila mereka milihat ada kata-kata yang salah ketik, akan sangat mungkin tulisan kita disingkirkan.
Tidak Tembus Koran Bukan Berarti Kiamat
Kebanyakan penulis pemula (termasuk saya dulunya) memanfaatkan koran sebagai wadah uji coba kualitas tulisan mereka. Bila tulisan mereka terbit berarti kualitas tulisan mereka sudah baik dan bila tidak terbit, berarti kualitas tulisan mereka tidak baik. Sebenarnya ini adalah anggapan yang salah.
Sebab banyak tulisan yang bagus yang dikirmkan ke koran tapi ditolak sebab, mungkin, kurang kontekstual, atau ide anda tidak satu ideologi dengan koran, kurang menarik dibaca, banyak kata-kata yang salah ketik, terlalu panjang atau terlalu pendek, atau karena telat ngirimnya, atau juga salah alamat kirim atau bahkan juga bisa jadi karena pihak yang bertugas mengecek email lupa membuka email opini kiriman anda.
Dari itu, ketika anda mengirimkan opini anda ke koran ternyata ditolak, maka jangan berkecil hati, mungkin kesalahan bukan pada diri anda. Lagi pula banyak penulis yang telah menerbitkan banyak karya tulis, bahkan ada yang bukunya menjadi best seller tidak pernah menembus media koran. Jadi bagi anda yang karyanya selalu ditolak jangan merasa rendah diri. Anda tetap bisa menciptakan tulisan yang bagus.
Tulisan yang bagus tidak tergantung pada tembus koran atau tidak. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang alur berpikirnya logis, yang bermanfaat untuk orang banyak, yang orang butuh, yang bisa memberi nilai tambah untuk hidup orang, yang bisa memotivasi, yang bisa mencerahkan, yang bermutu.
Yap, demikian tulisan pendek seputar cara menulis opini. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah sudi mampir :)

Sumber : caramenulisbuku.com/cara-membuat-opini/cara-menulis-opini.htm

Ummi lop yuuu

Assalamualaikum mublog
Tetiba jadi baper, msh ngesisa suasana rumah
Ummi, rasanya bersamamu 2 malam g cukup buat merasakan banyaknya cintamu..
Ummi...Semoga Kasih sayang Allah dari langit dan bumi senantiasa tercurah Untukmu...
Untuk ummi terbaikku
Ummi I luv U

Road to hari ibu...(apa rencana kita sodara- sodara?)

Jumat, 04 Desember 2015

desain for Bidang Pemberdayaan Perempuan KAMMI KALTIM

 Assalamualaikum..woro...woro forr all kader akhwat kami,,jgn lupa ya..lusa...
Spesial from Bidang Pemberdayaan Perempuan KAMMI KALTIM lohh
Ini desain bwt ro'an tp g jd...hehe..its oke..

Teknik Menulis Opini

Yuhuuu...ini teknik menulis opini yang pertama aku buka...langsung aja di lahap ya

Sumber : https://flpkita.wordpress.com/forum-belajar-bersama-2/teknik-menulis-opini/


                    Teknik Menulis Opini

Teknik dan Trik Menulis Opini
Ridwan Arifin[1]

Seringkali bagi sebagian orang menulis adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Padahal kalau kita cermati, kita selalu menjadi penulis, tumbuh dan besar melalui literasi–yang salah satunya juga menulis, tapi mengapa kita begitu sulit untuk menulis. Satu hal yang penulis temui dalam banyak kasus adalah, kita sering menggap kita tidak mempunyai kemampuan yang bagus untuk menulis, atau kita tidak mendapatkan ide untuk dituangkan dalam tulisan. Percaya atau tidak, hal tersebut seringkali kita temui begitu juga yang penulis alami dulu.
Kita tentunya memahami dan sepakat bahwa kemampuan didapat dari kebiasaan yang dilakukan secara kontinyu. Hukum alam bahwa semakin sering pisau dipakai, semakin sering diasah, maka akan semakin tajam. Begitupula dengan kemapuan kita untuk menulis. Dan percaya atau tidak, ketika kita berhasil menciptakan sebuah karya tulisan dan orang mengapresiasi karya kita tersebut akan timbul rasa kepuasan tersendiri dan pada akhirnya kita akan kecanduan, penulis menyebutnya dengan adiktif.
Nah, kali ini penulis berusaha untuk mencoba meringkas dan membuat tulisan mengenai teknik dan trik menulis opini yang dirangkum dari berbagai sumber. Tulisan opini menjadi penting, sebab bagaimana kita menyampaikan pendapat kita atas suatu masalah sekaligus kita melakukan persuasif pada orang lain.
Mengenal Opini dan Triknya
Opini adalah salah satu kolom khusus dari surat kabar yang sengaja disediakan pihak redaksi untuk khalayak umum atau penulis dari luar redaksi. Kita sering melihat rubrik opini ini hampir di setiap koran, termasuk juga koran kampus. Dalam hal ini, nampaknya penulis diberikan kebebasan untuk mengalisa problematika yang tengah terjadi (aktual) dengan berbagai sudut pandang.
Beda opini dengan artikel ilmiah populer adalah, hemat penulis, opini lebih subjektif dengan analisa dari sudut pandang penulis (kolumnis) saja. Sedangkan artikel ilmiah populer lebih banyak menggunakan dukungan data dan biasanya tulisannya lebih panjang. Opini dalam beberapa surat kabar juga sering dinamai gagasan ataupun wacana–karena semata objektifitas kolumnis semata.
Lantas, bagaimana kita memulai menuliskan opini? Ada beberapa teknik dan strategi menuliskan opini yang baik. Menurut Najib (2009)[2] secara garis besar, anatomi (bagian sentral) opini (artikel) terdiri atas: pembukaan (pendahuluan), isi (tubuh), dan penutup (simpulan). Najib kemudian merujuk pendapat Markus G. Subiyakto dalam buku berjudul ”Kiat Menulis Artikel” sempat menyodorkan 8 parameter yang bisa dijadikan pegangan pokok bagi para kolumnis, yakni:
  1. Topik tulisan Anda, apa?
  2. Bentuk tulisan yang Anda inginkan, macam apa?
  3. Masalah-masalah yang sudah diketahui pembaca, apa?
  4. Informasi baru apa yang ditulis dan bisakah dijelaskan mengapa itu terjadi?
  5. Pancing perhatian pembaca dengan kalimat yangmenarik.
  6. Tulis dengan gaya yang hidup, pilih kata-kata populer, pilih kata kerja yang menunjukan kesan gerak serta buat kalimat yang efektif.
  7. Buat alur pembicaraan/pembahasan yangmengalir dalam tulisan itu melalui pergantian alinea peralinea.
  8. Pilih kata penghubung yang menarik antaralinea.
Sementara itu wartawan kawakan sekaliber Rosihan Anwar dalam bukunya berjudul: “Bahasa Jurnalistik” (1984: 13) pernah memberikan patokan standar dalam menulis karya jurnalistik,yaitu harus mematuhi aturan pokok di bawah ini:
  1. Gunakan KALIMAT PENDEK.
  2. Gunakan bahasa yang MUDAH DIPAHAMI.
  3. Gunakan BAHASA SEDERHANA dan jelas pengutaraannya.
  4. Gunakan bahasa TANPA kalimat majemuk.
  5. Gunakan bahasa BERKALIMAT AKTIF, bukan pasif.
  6. Gunakan BAHASA KUAT dan padat.
  7. Gunakan bahasa POSITIF bukan NEGATIF.
Lebih jauh Najib menjelaskan bahwa khusus bagian akhir naskah artikel, umumnya para penulis artikel mencantumkan identitas penulis beserta gelar (by name) dan profesi yang tengah disandang.
Kemudian Ashadi Siregar dalam buku bertajuk “Menjadi Penulis di Media Massa” (1993; 28) mengungkapkan, untuk menilai layak tidaknya sebuah artikel dimuat; setiap redaktur koran memperhatikan faktor AKTUAL-itas ini.
Daya tarik sebuah opini—salah satu pusatnya—terletak pada sajian informasi terbaru yang diwacanakan penulis. Semakin baru informasi (fresh and hot information) yang ditampilkan, umumnya jarang pula penulis yang mengupas tentang tema itu. Berdasarkan analisis JURNALI$TIK, jenis tulisan macam inilah yang “DIRINDUKAN” pihak redaksi koran-koran ternama.
Koran harian dan majalah yang beredar di Tanah Air lebih dari seratus buah. Koran-koran&majalah itu galibnya menyediakan RUBRIK OPINI bagi penulis luar seperti kolumnis tersebut.
Mencoba Peruntungan, Harus Punya Nyali!
Kita sering kali melihat rubrik opini dalam banyak media massa nasional maupun lokal diisi oleh orang-orang yang telah memiliki nama, entah politikus, pakar, praktisi, ataupun lainnya. Lantas bagaimana untuk kita pemula yang baru memulai menulis opini. Berikut penulis berikan beberapa rekomendasi saran berdasarkan pengalaman penulis.
  1. Jika Anda mahasiswa yang baru saja memulai menulis, maka cobalah masukan tulisan Anda ke media kampus. Paling tidak kita bisa melihat dan mengukur sejauh mana kualitas tulisan kita untuk dibaca oleh sivitas akademika.[3]
  2. Baik menulis di media kampus maupun media massa lokal-nasional, kenali jenis media Anda. Bagaimana kebijakan redaksi, apa orientasi politik (meskipun media massa tidak berhubungan dengan politik tapi coba tengok pemilik media tersebut).
  3. Jangan pernah berhenti untuk mencoba menulis. Ingat semakin pisau diasah akan semakin tajam, begitupula dengan menulis, dan ingat pula ide gagasan akan muncul dengan sendirinya ketika kita ‘memaksakan diri’ untuk menulis.

yeyy....nulis... tugas menantang dari KP KAMMI KALTIM

Assalamualaikum mublog, kita ketemu lagi di desember, hehe...bulan kemaren cuma sekali aja posting di kamu,,, kangeeeennn rasanya... uwelll..uwelll..hehe.. semoga bulan desember ini Allah kasih banyak kebaikan buat kita semua ya..aamiin..

Sebelumnya..aku mau kasih kabar gembira buatmu mublog,,apa kabar gembira itu....,,hehehe...kabar gembira itu adalaaaah...bulan ini aku bakal lebih intens buat ketemuan sama kamu,, buat oret oret di kamu,, buat posting tulisan di kamu...
Kamu senengkan mublog.....?sama aku jugak...,

Plis don slip en don boring  :-)
Asli...syok parah tingkat kecamatan, (alay) pas liat jadwal nulis dari KP KAMMI KALTIM,,, its amazing.... asliiiii,,kerennn pake banget...T_T
Pas aku liat.... whaaaaattt... my name... ohhh..no....secara aku bukanlah sastrawan kawakan,,(emang untuk jd penulis kudu harus jd sastrawan?  Engak keles)
Akuuu mah apa atuhh..., ???
Hanyalah manusia biasa yg  belum bisa nulis opini.. underline...caps lock,,BELUM BISA...itu sekarang...but di waktu yang akan datang, aku PASTI BISA..... ganbarimas!!!

Mublog,,plis...maukah kau jadi patnerku buat latihan mengasah keterampilanku dalam hal menulis..(lebay :-))

So mublog,,aku musti bikin gawean baru untuk menjadi bisa..yg pasti,,musti sering latihan..gawean itu..
Pertama,aku musti melahap news2 yg bertebaran,,kedua, aku musti banyak cari tw cara nulis opini, ketiga, aku musti lebihhhh banyak baca buku, supaya bisa kasih analisa, en de las...akuuuu musti latihannnnn....paling enggak 3 hari sekali atoo nih ya sehari sekaliiii...


Ar yuu rediiii mubloggg!!!
Untuk saat ini sekian dan terima kasih
Oh ya buat Departemen Kebijakan Publik KAMMI KALTIM,,tengkyu so mach...udh kasih tugas nulissss....oooooooo saya senang sekali,,,,sambil remek kertas...T_T....hikss..hiks

Senin, 17 Agustus 2015

Indonesiaku...Merdekalah Engkau dengan Sebenar-benarnya Merdeka

Bingung mau nulis apa???,ada yang punya ide???,,emmm sebenarnya si ide lagi seliweran  di depan,,tinggal nunggu di panggil,terus di tangkep,,eh,,kok malah jadi kayak lagu cicak..cicak dididing sih...#HalahApaSihLupakan,lanjuuuttt,,,abaikan pemelihan kosa kata yang aku piliih,jangan koreksi EYD yg aku pake,,soalnya,aku pake kata gado2 dengan gula yang gak terlalu banyak tambah cabe biar pedesan dikit,,jangan tanya berapa nilai pelajaran bahasa indonesia ku di sekolah...apalagi sampe nanya nama penerbiat buku pelajaran bahasia Indonesia,,atau bahkan sampe tanya,,suhu yang telah mengajariku...#kegeeran okehhh...#Lanjut
ahaaa....voila...sepertinya aku milih si "dia " deh...kemerdekaan...come here please...yahhh,,mau mulai dari mana,,bingung lagi,,,capeedehh...#SERIUS...okehh kakak,,ga kerasa ya, sekarang negara kita yang tercinta ini udah menginjak usia ke 70..yeeee....Merdeka!!!!,emm kalo di sama-samain ama usia manusia, umur 70 tahun udah masuk usia embah-embah, nih,,embah kakungku sekarang usianya yahhh,,beti2 lah dengan usia Indonesia sekarang,, tapi, Indonesia kan bukan manusia yakk..hehe...ngarepnya sihhh dengan usia yang jaraknya udah lumayan jauuuuh dari tanggal dan tahun lahirnya,, bikin indonesia jadi  jaya..kece badai,,merdeka,,ehh,,btw, Indonesia sekarang udah bener2 merdeka belom yahh??? Kalo menurut kamuuu gmn kakak???
Emmm,
Tambang emas di papua,,inget...dan catett..PAPUA...Pe Apa PeUpu A,,,papuaaaa...ciehhh it's indonesia.... emasss mamen.....goldd...eh.. kakak tau gak klo tambang emas di indonesia masuk ke dalam salah satu penghasil emas terbesar didunia lohhh
Nohhh
,yuhu..coz emas salah satu hasil sumber daya alam yang g bisa di perbaharuii...tapiihhh sapa coba yg kelola tuhh tambang emas terbesar di negri kita yng tercinta ini pemirsahhhhh,,lebihhh kerassss....lagiii...gak denger....,,,kakak benar,,,,,
BERSAMBUUUUUNGG

Selasa, 19 Mei 2015

harapan

pernah bertemu pada sebuah waktu dimana, saat itu muncul perasaan untuk menyerah atas apa yg sudah menjadi keputusan di hati,,,saat itu mungkin rasa keputusasaan memenangkan dirimu,,Ahh...sebenarnya kamu sendiri telah mampu menumbangkan rasa yang harusnya tak mampir dihati,,,coba kau hancurkan keputusasaan dengan palu harapan,,...jangan....jangan...pernah kehilangan harapan dalam hidupmu...nikmati saja semua prosesnya....nikmati saja,,,mungkin pahit,perih,sakit,,tapi percayalah,bahwa ada waktunya semua derita akan terbayarkan,,jika saat ini  kau jauh dari-Nya...mendekatlah sayang...mendekatlah...curahkan semua perasaanmu....asamu...kepada-Nya...karena, Dialah pemilik kerajaan langit dan bumi.mintalah kepadanya...dalam setiap doa-doamu...bangunlah di sepertiga malam...,,basahi bibirmu dengan lantunan surat-surat cinta-Nya...jaga dirimu untuk senantiasa mengingatnya...kapanpun...berjanjilah kepada dirimu bahwa  esok engkau harus lebih baik dari hari ini,,, hilangkan rasa putus asamu...percayalah pada dirimu sendiri..kejarkah asamu...meski saat ini ia masih menggantung dilangit yang tinggi...gapailah ia dengan doa-ikhtiar dan tawaqalmu secara bersamaan.... 

Rabu, 01 April 2015

Bintang Engkau tinggi sekali

hei bintang, mengapa engkau sangat tinggi ,tinggi sekali aku sangat susah menggapaimu tapi tak apa , aku yakin dengan langkah kecilku suatu hari nanti aku bisa menggapaimu , mungkin aku akan istirahat sejenak hanya sejenak tak lama tapi aku akan kembali berjuang untuk menggapaimu menjadikanmu menjadi salah satu sarana bagiku untuk menggapai surga Nya yang tertinggi ya aku sangat yakin. keyakinkan ku begitu besar sama besarnya bahwa kita akan kembali kepada-Nya ...bukan kah Allah mengatakan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubahnya ....semangat,,, mari menggapai bintang itu menjadi jembatan kita meraih surga Nya amin

Kamis, 23 Oktober 2014

“ Semangat Ading Kecilku”




Namanya luthfi,, dia adeku yg terakhir dan dia lucu pake banget.. meskipun skrng dia sudah kelas tiga SD,, Cuma sering banget kami dibuatnya tertawa dengan tingkah laku dan omongannya..hehe..hari ini, dia berkali-kali cerita ke umi tentang tentara Israel yg berhasil ditinjunya ,,hehe.. karena di hari itu,,dia berulang kali bercerita tentang hal yang sama,, umi pun menyelidiki,, hehe..ternyata dia habis mimpi, kemudian luthfi menceritakan kejadinnya, saat itu dia sholat, entah sholat apa, dan dia bilang klo dia sholat di suatu tempat yang agak-agak mirip suasannya seperti di rumah embah di jombang, setelah sholat , dia behasil meninju tentara-tentara Israel tersebut.lalu si luthfi bertanya,, umi  di Indonesia ada Israel kah, kapan dia ke sini, mau aku tinju”haha..^_^ tentara isreal ditantangin..semanggatt sholih..kami mendukungmu..hehe..
Hehe… adingku yg sholih, kita sama-sama berdoa ya semoga kita semua menjadi bagian yg ikut serta berjuang dalam membebaskan palestina..Aamiin

Rabu, 19 Maret 2014

Surat Terbuka Putri Pilot Malaysia Airlines

19 Maret 2014

Malaysia Airlines (ilustrasi) - Foto: airliners.net
Malaysia Airlines (ilustrasi) – Foto: airliners.net
dakwatuna.com – Kuala Lumpur.  Hilangnya pesawat milik Malaysia Airlines berkode penerbangan MH370, Sabtu (8/3/2014), telah menjadi topik yang mengguncang dunia. Bagi anak-anak pilot di maskapai Malaysia Airlines, guncangan yang dirasakan tak kalah besarnya.
Sebuah surat ditulis oleh Dr Nur Nadia Abd Rahim, menggambarkan guncangan tersebut, dimuat New Straits Times pada Senin (17/3/2014).
Nur adalah putri Kapten Abd Rahim Harun, salah satu pilot maskapai Malaysia Airlines meski bukan pilot dari pesawat yang hilang itu.
Berikut ini adalah terjemahan bebas dari surat Nur tersebut.
Sopir Terbang
Catatan ini sudah terlambat dan seharusnya sudah kutulis lama sebelum ini, untuk memberitahu ayahku betapa bangganya aku pada dia.
Aku bangga dengan apa yang dia kerjakan, meskipun dia tak berada bersamaku selama setengah umur ku.
Aku sangat menyesal karena malu memberitahu teman-temanku bahwa ayah adalah pilot. Pilot yang baik.
Aku sangat menyesal sekarang karena dulu memberitahu teman-temanku bahwa ayah hanyalah sopir.
Aku tak ingin tampil sebagai anak yang istimewa.
Kami hidup biasa-biasa saja.
Aku adalah bagian dari keluarga besar Malaysia Airlines.
Aku sudah terbang bersama mereka sejak aku bayi.
Perjalanan pertama favoritku bersama ayah, pilot favoritku, adalah ke Kota Kinabalu.
Rupanya aku disebut anak yang nakal (tapi menggemaskan?).
Meski demikian aku mencintai bandara dan penerbangan.
Ayahku, seperti halnya kapten pilot pesawat yang hilang, telah bekerja untuk Malaysia Airlines sejak lulus sekolah.
Kami sudah berulang kali mendesaknya pindah ke maskapai lain, tetapi dia menolak karena ingin berada dekat dengan keluarga, sesering mungkin.
Kami seharusnya bisa menikmati fasilitas yang ditawarkan – pendidikan gratis di sekolah, sekolah internasional, semua biaya hidup ditanggung, dan sopir yang mengantar kami ke mana-mana, bila dia menerima tawaran pekerjaan dari maskapai lain.
Itu adalah fasilitas yang banyak dicari pilot MAS.
 
Menjadi seorang putri pilot, kamu harus terbiasa hanya ke mana-mana bersama ibu saja, mulai dari hari pertama sekolah, penyerahan penghargaan dalam upacara sekolah, ajang olahraga, ulang tahun, bahkan hari raya.
Insiden terburuk adalah ketika ayah tak ada ketika rumah kami dirampok oleh tiga orang penjahat bertopeng.
Lebih daripada itu, ibu yang hamil 7 bulan pun harus mengatasi segalanya sendirian tanpa ayah.
Dia menolak menelepon ayah dan membuat ayah khawatir, sampai ayah kembali ke Kuala Lumpur keesokan harinya.
 
Ibuku memahami beban yang harus ayah tanggung di pundaknya, fokusnya saat terbang adalah tanggung jawab atas ratusan nyawa dan bukan cuma keluarganya di rumah.
Aku ingat sedang tersedak air mata ketika dosen Bahasa Inggris kami di perguruan tinggi meminta kami satu per satu, “Apa yang paling Anda ingat tentang ayahmu?”
Aku berdiri dan menjawab, “Aku ingat bahwa ia tidak ada bersamaku dalam separuh umurku.”
(Tapi) dia jelas bukan seorang ayah yang buruk. Dia hanya bekerja keras untuk menghidupi keluarga kami.
Kami sudah terbiasa menerima keadaan itu, terutama ketika orang bertanya kepada kami, “Ayah mana?” Aku akan menjawab mereka, “Entah, (dia) di suatu tempat di seluruh dunia. Tidak yakin. Harus memeriksa daftar itu.”
 
Sepanjang hidupnya, kehadirannya ditentukan oleh selembar kertas yang dia bagikan kepada kami pada setiap awal bulan. Dia kadang-kadang akan kesal ketika aku bertanya kepadanya tentang lokasinya. Karena itu, aku harus memeriksa daftar terlebih dulu sebelum bertanya kepadanya.
 
Sebelum dia berangkat kerja, kami akan mengantar, melihat mobil penjemputnya datang dan membawanya pergi. Kadang-kadang pada dini hari, lain kali di tengah malam. Kami akan mengirimkan “salam” untuknya terlebih dahulu sebelum tidur.
Dan setiap kali dia pulang kerja, semua orang di rumah akan berdiri menyambut di depan pintu.
Aku tak menyadari betapa pentingnya ritual itu sampai terjadi insiden MH370.
 
Setiap kali ia berangkat kerja, ia bertanggung jawab untuk ratusan nyawa, bertanggung jawab menghubungkan keluarga untuk berkumpul lagi, bertanggung jawab membantu pengusaha membuat kesepakatan, bertanggung jawab mewujudkan impian berkelana para wisatawan.
 
Aku ingat sekali, seorang penumpang yang sangat tua dengan kursi roda menunggu Ayah untuk bertemu dengannya secara pribadi setelah penerbangan London – KL. Dia memberi Ayah jempol dan berkata, “Apakah kau Kapten? Kita mendarat sangat halus. Terima kasih!”
Diam-diam, aku tersenyum bangga mendengarnya.
Tetapi, jauh di lubuk hati, keluarga kami tahu setiap kali ia berangkat kerja selalu ada kemungkinan mendapatkan panggilan telepon yang menentukan itu, kemungkinan dia tidak pernah pulang ke rumah. Kami telah menerima itu sebagai bagian dari kehidupan kami, setiap hari.
 
Ia menjalani latihan keras untuk berada di posisinya sekarang.
Dia menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan untuk memastikan apakah dia fit untuk terbang.
Dia menghadapi ujian, seperti anak sekolahan.
Buku manual penerbangannya setebal buku medisku.
 
Dia “OCD” (teliti, seperti istilah orang-orang) seperti yang Anda inginkan ada pada setiap pilot sebelum penerbangan Anda, memastikan semuanya tepat.
Bahkan soal ketepatan waktu, bukan karena terlambat satu menit atau akan datang beberapa menit lebih awal ketika mengatakan akan sampai di suatu tempat dalam waktu tertentu. “Aku akan sampai di sana tujuh menit lagi. Bersiaplah….”
 
Surat ini adalah potongan kehidupan keluarga awak kabin.
Kru kabin banyak berkorban hanya supaya mereka bisa membantu dunia terhubung dari titik A ke titik B.
 
Mari kita dukung keluarga terkait penerbangan MH370 dengan dukungan dan doa.
Sebelum Anda menghakimi, mengacungkan jari tengah, atau menyebarkan teori dan spekulasi, ingat bahwa Anda tak hanya menyakiti keluarga awak kabin dari pesawat yang hilang itu, tetapi juga menyakiti perasaan kami sebagai keluarga besar MAS.
Di mana pun kau berada, MH370, kami berdoa kau kembali.
(kompas/sbb/dakwatuna)

Jurnalis: Cuma PKS yang Bisa Penuhi GBK

Minggu, 16 Maret 2014


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) benar-benar membuktikan janjinya untuk memutihkan stadion GBK Jakarta. Kampanye perdana hari ini, Minggu (16/3/2014), ratusan ribu kader dan simpatisan PKS memadati stadion terbesar di Indonesia ini.

Massa yang menyemut ini bahkan tak bisa tertampung di tribun stadion yang berkapasitas 120.000 kursi ini. Massa akhirnya tumpah ke lapangan (tanah merah), tapi tetap panitia melarang masaa masuk ke rumput hijau.

Kesuksesan PKS mengerahkan massa ini diapresiasi oleh Chief Editor ANTV, Uni Lubis. Lewat akun twitternya @unilubis berkomentar, "cuma mrk yg bisa penuhi GBK dg kader dan simpatisan".



Reporter @TvOne_News yang meliput juga tercengang dengan massa kampanye PKS yang memadati stadion kebanggan rakyat Indonesia ini. "Saya benar-benar saksikan semua tribun GBK terisi penuh massa PKS sebagaimana kampanye pemilu sebelumnya," ujarnya.

Bahkan menurut salah seorang peserta kampanye, massa PKS kali ini lebih banyak dibanding waktu pemilu 2009. "Ya Allah.. ingin nangis.. ini lebih dahsyat dari tahun 2009" ujar pemilik akun twitter @berurinberurin.

Sampai tulisan ini diposting, acara Kampanye Akbar PKS ini masih berlangsung.

Sang Presiden



Sang Sekjen, Taufik Ridho, yg juga vokalis Shoutul Harakah.. live performance \m/


Ini Bukan Kampanye, ini mah rekreasi.. enjoy it :)

Ini nenek-nenek penuh semangat, jangan-jangan kader pra tandzimi :)

Stadion penuh, tapi lautan massa terus berdatangan, bahkan yg di jalan masih terjebak macet



Sang Presiden tetap membakar semangat kader walau hujan mengguyur


ini nih penjaga rumput GBK h3h3h3



Enyak gw dateng jg nie dukung untuk #PKSm3nang (twit @imankemas46)

Sekali-kali narsis gak papa keles :)
Rombongan yg ini bawa sarapan buatan Mama, tetep ceria saat Kampanye Akbar PKS (twit @adhy_syaef)
Generasi Muda Gelombang ke-3

Anak Muda dan Mahasiswa turut serta di GBK tadi


Ini bukan lagi memutihkan, tapi menyemutkan... Masya Allah
Sementara itu... diluar stadion.. Pak Polisi santai memantau.. mereka tau massa PKS santun dan tertib, seperti biasanya :)....  Merinding dan terharu ngeliatnya...............http://www.pkspiyungan.org/2014/03/jurnalis-cuma-pks-yang-bisa-penuhi-gbk.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
www.maratulmutiah.blogspot.com
HAiiiiiii